“rabu,.25 November 2015,.
Udara pagi yang terasa masuk melalui celah jendela telah
membangunkan tidur’ku,.
Ku fikir aku akan tetap tertidur untuk jangka waktu yang
panjang untuk menghabisi sisa hidup’ku,. Namun, ternyata dunia masih memberikan
waktunya kembali lagi kepada’ku,. Ya,.!!
Tanpa berfikir panjang aku beranjak dari tempat tidur dan
mengambil langkah untuk menghadapi hari ini, bukan, tapi demi hari yang masih
tersisa ini,.
Ku ambil secarik kertas yang terpapar dihadapan mataku,.
Lalu dengan sedikit menghirup udara yang ada disekitar , ku toreh kan tinta
diatasnya,......
“ku
ingin berterimakasih kepada dunia ,..
Yang
masih memberikan waktunya kepada ku,..
Yang
masih dengan tulus menunjukkan beragam warnanya dalam kehidupan ini,.
Andai segala sesuatu dapat terulang kembali,. Atau bahkan
dapat terhenti,.
Mungkin semuanya akan berakhir dengan indah,.. ya,.hanya
saja jika itu terjadi,.
Dalam beberapa waktu yang lalu saat semua masih dalam penuh
ragam warna,..
Meskipun
itu adalah pemikiran yang egois,... karena,.
Waktu
dan keindahan dunia itu tidak hanya untuk satu orang saja,.
Namun
bagi mereka yang mau mencari dan juga menerima berbagai warna yang dihadirkan
Didunia
ini,..
Dari warna yang cerah hingga gelap tanpa ada kemungkinan
cahaya yang mampu,.
Untuk menerangi hitamnya warna ,... lalu selanjutnya memudar
dan menghilang,..
Terima kasih kepada “Dunia” yang telah memberikan warna
seperti itu dalam kehidupanku,..
“terima
kasih,.